Pantun berPuisi ala Metafora - Manusia Dingin
Bulan bersinar indah permata,
Permata untuk jiwa yang murni.
Hatinya dipenuhi gelap malam,
Entah kapan harinya berganti.
Hari berganti bagai kedipan mata
Kedipan berisi kolam air mata
Terbiasa hati sekeras batu bata
Sudah biasa menjadi gelap mata,
Gelap mata bersama badai
Aroma suram memenuhi langit.
Seperti dendam yang tumbuh tanpa henti,
Mengisi hidup dengan kebencian abadi.
Buah Durian Favorit Putin , itulah rupa si Manusia Dingin. -Paris-

Komentar
Posting Komentar