Ratu Vulkanik


Dalam wajan berapi - api, dimana gunung mencium langit,

Disanalah Sang Ratu, tatapannya anggun, terangkat tinggi.

TahtaNya dari batu lahar , Tahta Keagungan,


Ratu Vulkanik, dalam bayang-bayang malam.


Mahkota titipan bintang yang mengkilap di dahinya,

Seorang penjaga memegang sumpah suci semesta.


Matanya, bergejolak kolam lahar, 

Mahluk indahpun tidak selamat menatapnya,

Tatapan yang menyimpan rahasia kelam para gunung bumi.


Pendengarannya menyambung sampai ujung daratan

Ragam suara mungkin terdengar melewati pori pori tanah


Jantungnya mengalir lahar yang menyala terang,

Terang untuk menjadi Mercusuar di hari malam.


Langkah demi langkah, bumi di bawah kakinya,

Dentuman yang berirama, kekuatan irama simfoni.


Nada Perintahnya sanggup memecah bumi.

Badai Letusan yang buas, Tak ada kekuatan yang dapat menahannya.

Tanah mematuhinya, tunduk pada perintahnya,

Karena dialah ratu vulkanik, tidak ada kata untuk keagungannya


Hatinya adalah lahar yang dingin,

Melahirkan ragam kemakmuran bagi yang dicintainya

Kecintaan pada tanah yang hanya dia yang tahu.

Untuk setiap batu, setiap sungai, dan pohon tinggi,

Kesuburan yang tiada henti bagi mereka yang mematuhinya


Sisi indah dari Ratu yang begitu kuat dan bijaksana,

Penguasa yang liar, yang menerangi langit yang gelap.

Di takhta yang berapi-api, dia akan bersinar selamanya,

Mengawasi kita, manusia mungil yang entah ..

Berpijak sampai mana.


-Kita akan tahu saatnya, Sang Ratu akan memerintah, Mengingatkan manusia yang sudah berlebihan- Paris

Komentar

Postingan Populer